Potensi Rumput Laut yang Menjanjikan Kesejahteraan
(Ir Bhateramsyah bersama Mursalim Sekretaris Asosiasi Rumput Laut Indonesia)
TENGGARONG, Pengembangan
potensi rumput laut diwilayah Kecamatan Muara Badak-Kutai Kartaneagara hingga
saat ini terus dikembangkan. Ada sekitar 500 hektar dari 12 ribu hektar kawasan
yang potensial yang dikelola para petani untuk pengembangan rumput laut.
Sabtu (10/10/2020) Kepala
Dinas Komunikasi dan Informatika Kukar Ir Bahteramsyah didampingi Kepala Bidang
Pengelolaan Komunikasi Publik Ahmad Rianto bersama para Jurnalis melakukan
kunjungan ke Kecamatan Muara Badak, untuk melihat langsung pengembangan potensi
rumput laut diwilayah tersebut.
Dalam kunjungan itu,
disambut oleh Pemilik gudang dan pengepul rumput laut Muara Badak Ulu Subhan, turut mendampingi
Sekretaris Asosiasi Rumput Laut Indoensia (ARLI) Mursalim.
Hasil rumput laut asal asli
Muara Badak banyak dikirim ke Jawa Timur
dan Sulawesi Selatan, yang kemudian diolah menjadi bahan setengah jadi lalu
dikirim keluar negeri.”Produk produk yang dikirim dari Sulsel ke luar negeri
itu banyak hasil rumput laut dari Muara Badak, kendala kita sekarang ini belum
ada pabrik rumput laut di Muara Badak, sehingga hasil panen yang siap itu lebih
banyak kita kirim ke Sulsel, untuk dijadikan bahan makanan setengah jadi,” kata
Subhan pemilik gudang di Desa Muara Badak Ulu yang juga merupakan pengepul
rumput laut.
Hasil panen rumput laut dari
Muara Badak jumlahnya ribuan ton setiap sekali panen,
Harga perkilonya saat ini
mencapai Rp3.200, sempat sebelumnya diangka Rp7 ribu, namun saat ini turun. Dalam
setiap satu tahun terdapat 6 kali panen, sekali panen dalam satu hektarnya bisa
mencapai 1 sampai 2 ton.
“Banyak beragam makanan
turunan dari rumput laut, bahkan bisa juga campuran obat kesehatan,” ujarnya.
Sementara Mursalim yang juga
selaku mentor Asosiasi Rumput Laut Indonesia (Arli) mengatakan, menurut garis potensi yang ada di Kukar,
Kukar termasuk garis skala besar sekitar
350KM. Potensi yang dimiliki Kukar secara khusus maupun Kaltim secara umum untuk
daerah pesisir memiliki potensi yang sangat besar diantaranya yaitu rumput
laut, udang, ikan bandeng, dan lain sebagainya,
dimana potensi yang ada ini harus di kembangkan di unit usaha khususnya
di wilayah muara badak secara ramah lingkungan.
“Kami berharap kedepan
produksi Kukar maupun Kaltim akan menemukan jati diri nya sendiri sehingga
tidak lagi lain yang produksi dan kita berharap secara nasional bisa mengembangkan
beberapa titik pengembangan sesuai dalam potensi daerah.
Dalam hal ini untuk melibatkan
warga setempat untuk kegiatan pesisir pertambakan baik itu produksi rumput
laut, udang, ikan bandeng secara tradisional, memang kekuatan nya bertumpu
kepada bagaimana cara membangun komunitas, sehingga keterlibatan warga setempat
itu merupakan kunci dari keberhasilan dari program tersebut”paparnya.
Kaltim sudah memiliki produksi yang sangat besar namun
nama produk tersebut masih menggunakan
nama wilayah lain, hal itu terjadi dikarenakan oleh proses marketing dan
pengolahan nya masih dilakukan oleh daerah lain.
Pihaknya berharap dengan
bantuan media atau kerjasamanya, agar bisa membantu untuk mempublikasikan
kepada masyarakat luar terhadap potensi potensi daerah yang ada di Kukar dan
bisa menjadi nilai tambah dari produk yang dihasilkan.
Sementara itu Kepala
Diskominfo Kukar Ir Bahteramsyah mengatakan, peran Diskominfo dalam hal ini
kepada kelompok kelompok masyarakat, dimana bisnis utamanya pada berbagai
sector, maka Diskominfo masuk sebagai
konteks sebagai penyampaian informasi meneruskan informasi dari yang memproduksi kepada konsumen dalam bentuk
informasi,.
“Menyampaikan informasi yang
ada di kecamatan Muara Badak ini maupuun di berbagai wilayah ke media guna membantu
untuk mempublikasikan agar di ketehui masyarakat luas. Di jaman teknologi makin
canggih ini perlu adanya kolaborasi atau kerjasama nya bersama media yang
efektif dan efesien. Sehingga informasi positif kedaerahan kita yang memang bisa diangkat untuk
membangun ekonomi atau penggerak ekonomi, apalagi dalam situasi vocid-19 ini,
sehingga apa yang di produk bisa bernilai tambah” ungkapnya.(*kik/poskotakaltimnews.com)